Full article

Tips Ajukan KPR

JAKARTA, SP - Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering membuat pemohon merasa harap-harap cemas. Pasalnya, kemungkinan ditolak sangat besar bila tak mempunyai pengalaman sebelumnya. Berikut tips saat mengajukan KPR;

1. Tidak mengecek reputasi kredit

BI checking merupakan proses penelusuran sejarah kredit yang Anda punya selama 24 bulan terakhir. Jika Anda pernah mengajukan kredit bank atau telat membayar tagihan kartu kredit, sistem informasi debitur (SID) Bank Indonesia dapat mengeluarkan riwayat datanya.

Jangan khawatir, Anda dapat mengecek apakah bisa lolos BI Checking lewat situs resmi Bank Indonesia dengan cara mengisi formulir yang tersedia. Dengan begitu Anda dapat memperbaiki reputasi kredit terlebih dulu sebelum mengajukan permohonan kredit perumahan.

2. Penghasilan kurang

Bank mempunyai perhitungan cicilan KPR maksimal 35%-40% dari penghasilan bulanan pemohon. Supaya memperoleh nominal yang besar, Anda dapat menggabungkan penghasilan bulanan dengan pasangan (suami /istri).

Agar terhindar dari penolakan, carilah rumah yang cicilan perbulannya sesuai dengan porsi 35% tersebut. Lebih baik memilih rumah dengan harga yang lebih rendah supaya Anda merasa lebih ringan mengangsurnya.

3. Masa kerja kurang dari 2 tahun

Perlu diketahui, status karyawan tetap belum menjamin pengajuan KPR Anda diterima. Pasalnya, masa kerja karyawan tetap harus dihitung minimal 2 tahun sebelum mengajukan KPR.

Apabila Anda sudah pernah bekerja di perusahaan sebelumnya dengan status karyawan tetap, maka boleh mencantumkan surat keterangan kerja/SK Pengangkatan agar genap 2 tahun.

PENULIS

Comments