Full article

Terkait Kasus Sertifikat, Ratusan Nasabah KPR Unjuk Rasa

JAKARTA, SuaraProperti.Com - Terkait kasus sertifikat hak milik yang tak kunjung terbit, ratusan warga perumahan Violet Garden, Kranji Bekasi, sekaligus nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) beramai-ramai melakukan unjuk rasa di Gelora Bung Karno (GBK).

Warga Violet Garden menuntut tentang kepastian sertifikat rumah yang telah dibiayai melalui fasilitas Kerdit Pemilikan Rumah (KPR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Tabungan Negara (BTN).

Apalagi, sertifikat itu merupakan bukti kepemilikan atas lahan dan bangunan yang sebagian sudah lunas sejak 2013 maupun cicilan KPR namun hingga saat ini belum ada kepastian legalitasnya.

"Tuntutan kami adalah meminta korporate garansi dari Bank tersebut satu lembar pernyataan  menjamin sertifikat warga aman, nanti yang sudah lunas akan diberikan yang belum lunas ya tetap nyicil sampai lunas," tegas Koordinator Warga Violet Garden Awaludin, kepada wartawan, saat ditemui disela-sela mediasi dengan pihak Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta, Senin (3/8/2020).

Awaludin menambahkan, sebelumnya telah melakukan berbagai cara pendekatan kepada pengembang PT. Nusuno Karya telah menggadaikan 204 sertifikat pihak lain yaitu Maybank. Padahal, Awaludin bersama warga lain menggunakan fasilitas KPR yang disediakan hanya dua bank yaitu Bank BRI dan Bank BTN.

"Kemudian seiring berjalannya waktu kita laporkan ke polda hanya ditebus enam sertifikat oleh developer. Terus berlanjut ke PKPU karena kemarin sempat kita laporkan sebagai kreditur koporate. Kemudian dikeluarkan dalam surat perdamaian empat puluh sertifikat yang terdiri dari tahap satu, tahap dua, tahap tiga dengan masing-masing jangkauannya tiga bulan ya kita ikutilah," tambah Awaludin.

Menurutnya dalam putusan itu, hanya 40 sertifikat yang harus ditebus developer dari pihak Maybank. "Tapi dari keempat puluh itu belum semua warga dapat sertifikat. Yang jelas dari tahap satu itu, tahap selanjutnya belum jelas sampai saat ini," ujar Awaludin.

Kemudian dalam tuntutan yang dilakukan itu, pihaknya bersama warga Violet Garden mentargetkan ada kepastian hukum dan menjamin keberadaan legalitas sertifikat berada di bank pemberi KPR.

"Terkait tanggung jawab bank, kita sejauh ini belum lihat langkah konkrit mereka. Makanya kita ada gugatan di PN Jakarta Pusat No.157/Pdt/2019/PN Jkt.Pst, yaitu gugatan untuk menebus sertifikat selain ini ada juga gugatan secara pidana," ujarnya.

Secara terpisah, pihak Bank BRI dan Bank BTN belum berhasil dikonfirmasi terkait kepastian sertifikat warga Violet Garden tersebut.

PENULIS

Comments