Full article

Prof Gunawan Saklak Terapkan Izin TABG

DEPOK, SP - Selain menjadi guru besar arsitektur (sekarang emeritus) di UI Depok, Jawa Barat, dan sempat menjadi Rektor Universitas Pembangunan Jaya di kota baru Bintaro Jaya (2.300 ha), Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan-Banten.

Sosok tersebut yaitu, Prof Gunawan Tjahjono M.Arch PhD juga menjadi Ketua Tim Penasihat Arsitektur Perkotaan (TPAK) Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2004 (tahun 2014 diubah menjadi Tim Ahli Bangunan Gedung-Arsitektur Perkotaan/TABG-AP). Sebelum mendapat izin dari Gubernur Jakarta, setiap proyek gedung di DKI harus melalui TABG.

Seperti saat menjadi dosen, sikapnya sebagai Ketua TABG saklak. Menurutnya, tak semudah begitu saja untuk meluluskan desain bangunan yang disodorkan perusahaan developer.

Prof Gunawan menjelaskan, kalau hanya mempertimbangkan kepentingan ekonomi dan mengabaikan dampak sosial dan lingkungannya. Akibatnya tak jarang developer harus merevisi desain proyeknya beberapa kali sehingga izinnya berlarut-larut.

Tapi, desain bangunan yang lolos dari TABG pun pelaksanaannya kerap melenceng. Misalnya, desain mengalokasikan ruang terbuka yang luas dilengkapi aneka fasilitas. Tapi, setelah apartemen terbangun, fasilitas itu tidak ada.

“Pelanggaran itu tidak mendapat sanksi dari pemerintah (kota),” kata pria kelahiran Medan, 11 Desember 1945, yang lulus dari Jurusan Arsitektur UI tahun 1975 ini.

Ia juga melihat pengembangan apartemen menengah bawah tidak peduli dengan kesehatan dan keamanan penghuninya. “Kamar mandinya nggak ada sinar matahari, lift hanya empat, padahal penghuninya ribuan. Bayangkan kalau ada gempa dan ribuan orang itu turun bersamaan dan rebutan,” kata Prof Gunawan.

TABG tidak bisa berbuat apa-apa karena hanya penasihat. Izin dikeluarkan dinas terkait. “Kecuali ada kasus, baru kita bisa menyurati Gubernur,” katanya dalam sebuah perbincangan di Bintaro Jaya beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab dipanggil Pak Gun ini diajak berbincang menyusul makin masifnya pembangunan apartemen di Jakarta sewindu terakhir dan makin banyaknya orang yang tinggal di apartemen yang mencuatkan aneka persoalan dan konflik.

PENULIS

Comments