Full article

Pertumbuhan Sektor Properti 2019 Hanya 3,8 Persen

JAKARTA, SuaraProperti.Com  - Pertumbuhan sektor properti ditahun 2019 tertahan hanya 3,8 persen.

Kondisi tersebut diproyeksi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, yang membenarkan properti tak dapat berkembang secara instan.

"Analisa kita tahun ini pertumbuhan masih sama sekitar 3,8 persenan. Karena properti butuh waktu untuk dikembangkan, tidak seperti trading. Kita perlu planning dari pembangunan dan butuh waktu," ungkap Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Properti, Hendro Gondokusumo, di Jakarta, belum lama ini.

Oleh karena itu, Kadin Indonesia sempat berunding dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati untuk dapat menurunkan batas bawah bagi pengenaan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) pada apartemen yang sebesar Rp 10 miliar.

"Tadi saya sampaikan ke Bu Menkeu, properti dulu tidak ada yang mau bangun karena apartemen di atas Rp 10 miliar langsung dapat tambahan PPnBM 20 persen. Dengan adanya peraturan yang menambah batas harga jadi Rp 30 miliar, pengembang sudah mulai ada yang lirik bangun," imbuhnya.

Kendati demikian, ia meneruskan, pengusaha masih mengamati situasi, untuk kemudian imbas keringanan PPnBM pada apartemen baru bisa terasa di tahun depan.

Lebih lanjut, Hendro turut memberi saran kepada pengusaha properti untuk fokus mengembangkan rumah dengan klasifikasi harga menengah. Sebab, pembeli akan berhati-hati dalam mendapatkan rumah.

"Menengah ke atas saya anjurkan developer hati-hati, karena pembeli juga mempertimbangan dan memilih pengembang selain lokasi. Pembeli juga mempertimbangkan keuntungan setelah membeli," pungkasnya.

PENULIS

Comments