Full article

Kisah Helmi Baheram: Sopir hingga Jadi Commercial Director

JAKARTA, SuaraProperti.Com - Hidup pasti mengalami perputaran, kadang ada di bawah dan kadang di atas. Hal itu juga yang dirasakan oleh pria bernama lengkap Helmi Baheram.

Disela-sela sebuah event properti terbesar di Indonesia, Helmi menuturkan kisah inspiratifnya yang saat ini telah sukses sebagai orang penting di perusahaan tersebut.

Helmi mengawali kisahnya dengan tumbuh besar di komplek perumahan kawasan Jatibening, Bekasi Jawa Barat. Sehari-hari, Helmi turut membantu kakak kandungnya sebagai antar jemput keponakannya ke sekolah.

Masa remajanya, tak seperti lazim seusianya. Terkadang harus bekerja untuk mendapatkan uang demi bertahan hidup diperantauan.

"Saya pernah jadi sopir, kerja serabutan. Jadi pengalaman hidup saya luar biasa," kata Helmi Baheram di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, belum lama ini.

Tak sampai di situ, selang beberapa tahun kemudian akhirnya memberanikan diri bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan.

Banyak pengalaman hidup yang didapatkan dari semua pekerjaan yang sudah dilakoni. Kemudian, ia memilih menekuni sebagai tenaga sopir di sebuah perusahaan yang akhirnya membuka peluang bagi kariernya.

Di perusahaan itu, ia hanya bertugas sebagai sopir serta diminta untuk menagih hutang kepada klien dengan upah sebagai pekerja biasa. Berkat kemampuannya, ia mampu menagih utang dan dipercaya menjadi karyawan tetap perusahaan.

"Saya disuruh nagih utang, kalau bisa saya diangkat menjadi karyawan tetap. Akhirnya saya bisa tuh. Dari situ tiga tahun saya akhirnya dipercaya menjadi sales pameran properti," jelasnya.

Tak puas bekerja menjadi pegawai perusahaan, Helmi akhirnya memutuskan tetap mengabdikan diri hingga puluhan tahun. Namun, perjalannya tak semulus yang diharapkan.

"Saat itu tepatnya waktu bangsa kita sedang mengalami krisis moneter (krismon), saya sempat dirumahkan. Padahal, ketika itu saya baru menikah. Istri saya hamil anak pertama saya," ungkapnya.

Kemudian, Helmi tetap datang ke tempatnya bekerja kendati saat itu sedang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) serta tak mendapatkan gaji lagi.

"Tapi saya tetap datang aja ke kantor, walaupun sudah tidak digaji lagi. Karena istri saya tahunya saya tetap masih aktif bekerja. Alasan saya, tak ingin istri saya jadi ikut memikirkan kondisi saya," tuturnya dengan tatapan berkaca-kaca.

Namun, selang bebarapa tahun kemudian Helmi dipanggil kembali untuk bekerja setelah kondisi keuangan perusahaan kembali normal. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tempatnya bekerja terus berkembang.

Kendati ujian yang dialami datang silih berganti, namun Helmi mengaku tetap ikhtiar menjalani kehidupan dan percaya akan mampu melewati.

"Banyak rintangan dicaci dan dimaki karena tak mampu mencapai target jualan, tapi memang lillahi ta'alla jalanin dan Alhamdulillah," ungkapnya.

Setelah mampu melewati berbagai macam kondisi kehidupan, saat ini akhirnya dipercaya sebagai Sales and Commercial Director diperusahaannya.

Nah, bagi generasi muda yang ingin sukses seperti dirinya, ia memberikan tips agar mau bekerja sesuai apa yang mampu dilakukan dan diinginkan.

"Sebagai pesan kehidupan, jangan mudah putus asa ketika kita mengejar mimpi walaupun berbuah kecewa. Tapi tetaplah semangat, jadilah diri sendiri kerjakan, apa yang kita mampu," pungkas Helmi.

PENULIS

Comments