Full article

Diduga Tak Wajar, Keuangan P3SRS Puri Imperium Diminta Audit

JAKARTA, SuaraProperti.Com - Diduga tak wajar, keuangan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Puri Imperium pada periode sebelumnya diminta untuk diaudit. Pasalnya, bukan saja soal maintenance yang kurang maksimal namun sejumlah budget untuk biaya layanan juga patut dipertanyakan.

"Dari sisi keuangan dibuat semacam spesial audit itu pasti akan kelihatan banyak sekali ketidak wajaran. Ya itu tadi contoh gondola yang sudah setahun nggak berfungsi, itu uang service charge kita itu kemana? Terus ada yang namanya sinking fund itu untuk hal-hal yang besar, contoh untuk pengecatan misalnya, kemarin itu pengecatan gedung dibebankan kita semua. Tapi sekarang sinking fund itu nggak jelas dipakai untuk apa," ungkap Melva Nababan sebagai pemilik unit Apartemen Puri Imperium, saat ditemui di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Melva, terkait meintenance pihaknya sebelumnya sudah berupaya membicarakan untuk cari solusi. Namun uapaya itu tak ditanggapi oleh pengurus.

"Saya mengajukan upaya membicarakan itu tetapi tidak ditanggapi. Karena AC itu seharusnya dari sentral, itu bener-bener tidak berfungsi secara normal, sudah seperti sauna sehingga saya harus memasang AC sendiri dan banyak hal yang merugikan sekali," kata Melva.

Salain itu, ia juga menyayangkan adanya fasilitas gondola yang telah lama rusak tak kunjung diperbaiki.

"Kalau unit hunian yang paling tidak maintenance itu gondola sudah rusak satu tahun. Jadi kaca itu sudah kotor sekali, ya itu kan hunian ya. Jadi kaca itu kan harus dibersihkan setiap bulan atau setiap dua bulan sekali lah minimal itu sudah kotor sekali," tambah Melva.

Selain itu, fasilitas umum lain di Apartemen Puri Imperium seperti lapangan tenis juga terlihat sangat tidak terawat.

"Coba sekarang dilihat ya itu lapangan tenis bukan hanya cuma tidak diurus tapi sudah bolong-bolong. Padahal itu seharusnya ada maintenance dan lift yang sering rusak dan bahkan ada beberapa lift kantor kalau ada disable itu sudah tidak berfungsi beberapa tahun," pungkasnya.

Secara terpisah, Kantor Biro Hukum Provinsi DKI Jakarta sangat menyayangkan kondisi bangunan di Apartemen Puri Imperium yang tidak terawat tersebut.

"Wah itu harus ditinjau kembali sertifikat laik fungsi (LSF)nya. Bahkan pengurus harus pengajuan ulang," ujar Irawan Staf Biro Hukum DKI Jakarta.

PENULIS

Comments